
sdnegeri018sebulu.sch.id, Sebulu — Suasana pagi di SD Negeri 018 Sebulu pada Selasa (25/11) terasa berbeda dari biasanya. Seluruh guru, siswa, dan staf sekolah berkumpul di lapangan untuk melaksanakan apel pagi peringatan Hari Guru Nasional 2025, sebuah momentum tahunan untuk menghargai dedikasi para pendidik dalam membangun masa depan bangsa.
Kegiatan apel dimulai pukul 07.30 WITA dengan penuh kekhidmatan. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Sekolah SDN 018 Sebulu, Nonok Widyanto, membacakan pidato resmi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah bertema “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”
Dalam amanahnya, Kepala Sekolah menyampaikan secara lengkap pokok-pokok kebijakan pemerintah terkait peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru di Indonesia.
Pidato tersebut menegaskan berbagai langkah konkret yang telah ditempuh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, mulai dari pemberian beasiswa pendidikan untuk guru, pelatihan kompetensi, hingga peningkatan tunjangan sertifikasi dan insentif bagi guru ASN dan non-ASN.
Pemerintah juga menjanjikan peningkatan signifikan pada tahun 2026, termasuk dibukanya beasiswa bagi 150.000 guru dan kenaikan insentif guru honorer. Kebijakan pengurangan tugas administratif dan satu hari khusus untuk belajar bagi guru juga dipaparkan sebagai langkah untuk memperkuat profesionalitas pendidik.
Dalam pidato tersebut, Menteri turut menekankan tantangan besar yang dihadapi pendidik di era digital dan sosial modern, termasuk gempuran budaya hedonis, tekanan ekonomi, hingga permasalahan sosial dan moral siswa. Guru disebut sebagai “agen peradaban” yang memiliki peran fundamental dalam membangun akhlak, nalar kritis, dan karakter murid.
Pidato juga mengingatkan kembali lima nasihat Presiden Prabowo kepada para murid: Belajarlah yang baik, cintai ayah dan ibu, hormati guru, rukun dengan teman, dan cintai tanah air.
Usai pelaksanaan apel, suasana haru menyelimuti lapangan sekolah. Salah satu guru, Endang, tampil membacakan puisi khusus untuk para murid dan rekan sesama pendidik. Dengan suara yang tenang namun penuh makna, puisi tersebut menggambarkan ketulusan hati seorang guru dalam membimbing generasi muda.
Sebagai balasan, dua siswa dari kelas 5 dan 6 turut maju membacakan puisi untuk para guru di SDN 018 Sebulu. Penampilan mereka disambut tepuk tangan hangat, mencerminkan rasa hormat dan sayang yang mendalam kepada para pendidik yang telah membimbing mereka setiap hari.
Kemeriahan semakin terasa saat perwakilan siswa dari kelas 4 dan 5 menampilkan seni tari tradisional. Gerakan yang kompak dan penuh semangat menambah suasana kebersamaan di antara guru dan murid. Penampilan ini menjadi salah satu momen yang paling dinanti dan kerap menjadi bagian penting dalam perayaan Hari Guru setiap tahunnya.
Kegiatan peringatan Hari Guru Nasional 2025 di SDN 018 Sebulu ditutup dengan penuh rasa syukur dan apresiasi. Momentum ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan kepada tenaga pendidik, tetapi juga menjadi pengingat penting tentang peran besar guru dalam membangun karakter dan masa depan bangsa.
SD Negeri 018 Sebulu berharap semangat Hari Guru tahun ini dapat memperkuat hubungan antara pendidik dan peserta didik, sekaligus mendorong seluruh pihak untuk terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

